Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Bokep Jepang berember-ember. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku




















