Tukul tersenyum-senyum cabul pada Tamara.Tam, tolong dong, aku juga kayaknya jadi pengen telanjang kayak kamu. Tak perlu waktu lama untuk melepas rok itu. Sex Bokep Ahhh!Kamu siapa, Tam? Penonton meminta saya mencium Tamara? Tidak mau!! Tiba-tiba tubuh Tukul mengejang, hal yang paling ditakuti Tamara hampir menjadi kenyataan.Aduuuh! Gede banget! Tamara meronta sesaat tapi dia kemudian teringat kalau saat ini mereka sedang berhadapan dengan live audience, tidak saja yang berada di studio tapi juga sebagian besar masyarakat yang menonton di depan televisi sedang memperhatikannya, dia tidak ingin melakukan tindakan brutal dan emosional yang nantinya bisa menimbulkan keributan dan skandal. Kalau tidak mau tidak apa-apa lhoTamara tersenyum manis. Jangaaaaan!!Terlambat. Itu bayarannya buat istri yang seenaknya sendiri minta cerai! Dengan tangan gemetar Tamara mulai membuka kancing bajunya.




















