Tetapi sejak saat itulah sikap Prima jadi lain dari biasanya. “Boleh cium bibir Bunda?” tanyanya dengan suara tergetar. Bokep Crot Pertanyaan itu pun makin membulat. Entahlah. Tapi ketika kulihat ada folder berjudul Khayalanku, iseng-iseng kubuka folder itu. “Iya Bunda.” “Ya udah simpan resinya di meja itu. Kuambil baby lotion, lalu kembali menghampiri Prima sambil berkata,“Buka celana pendek dan celana dalammu sayang…” Prima menatapku dengan sorot sangsi. “Dan bangunnya harus subuh…sebelum orang-orang pada bangun.”
“Iya, tiap hari juga saya bangun gak pernah lebih dari jam setengah lima pagi.”
“Ya udah…mendingan kita tidur yok…” kataku sambil menarik pergelangan tangan anak tiriku, mengajaknya berbaring di sisiku.Ia tampak senang sekali mengikuti ajakanku.




















