Tak jarang dia mengusap kepala dan menbelai pundakku jika aku melakukan hal bodoh atau menjadi ledekan orang lain. katanya sambil tersenyum.Ih, paman. Bokeb kudengar bibi berguman. katanya sambil tertawa.Iya, paman gak apa-apa, kataku. Begitu terus hingga gesekan antara batang kontolku dan dinding-dinding kemaluan bibi terasa begitu nikmat. Bibi pengen lihat, jangan ditutupi. Mana berani aku. Lha bibi, begitu bangun, pasti aku langsung dicekiknya. Dan belum sempat aku menjawab, dia sudah meraih handukku dan menariknya cepat hingga aku telanjang bulat di depannya.Ah, Bi! Andi adalah nama tetangga depan rumahku.Aku mengangguk. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Akan tetapi karena nenek memiliki anak yang lumayan banyak, sehingga keadaan di rumah kami sedikit berbeda dengan tetangga yang lain.










