Di remas-remasnya rambutku dan setiap kali kepalaku agak merenggang, ditekannya lagi ke kemaluannya.Jangkrik, pikirku. Kataku sambil membimbingnya duduk di meja praktekku. Bokep Live Wah, nama lokal betul.Aku berdeham:
“berapa umurmu? Naik turun gunung, masuk ke goa dan bertapa (ih, dinginnya minta ampun) dan dipaksa berpuasa mutih (hanya minum air dan nasi putih doang), empat puluh hari penuh. Nah, ini dia. wong aku sama sekali tidak percaya segala hal takhSaral macam itu,kok mau diangkat menjadi murid? Rambutnya yg sebahu bewarna hitam lurus, matanya seperti mata kijang dan bibirnya seperti delima merekah (walah, puitis banget..).Tubuhnya bongsor dgn buah dada yg seperti akan memberontak keluar dari baju T-shirtnya. Sekali lagi aku memercikkan air bunga dari gelas ke bagian yg ditunjuknya, dan mendekatkan mulutku ke belakang telinganya.




















