Om bisa turunkan Yanti di sana, Yanti harus dapatkan beberapa macam, cuman deket dari situ ke rumahku.”
Aku membuat kiri di lampu, dan tarik truk ke pinggir jalan. “Gue benciiii!”
Aku mendorongnya kembali ke tempat tidur, dan duduk diatas tubuhnya. Bokeb Dia perlahan-lahan duduk tegak di tepi tempat tidur, mata hitamnya bersinar seperti bara. “Ini bukan palsu,” kataku, saat aku mengambili lembaran-2 itu. Setelah membersihkan diri, makan malam – Nasi ikan sayur lagi – dan memeriksa ruang TV. “Lihat itu mini-mart di lampu depan?” Yanti bertanya. “Baiklah, aku akan melakukannya. “Plak, pak, plak, pak” pukulan cepat dia hajarkan ketubuhku. “Ini semua salah Om!”
Diam-diam kuserahkan kain lap bersih dan duduk kembali. “Bungkus terakhir, ntar saya berhenti om.”
Yanti meraih tasnya, meraba-raba di dalamnya, mengeluarkan sebungkus rokok dan




















