“Ooo, gitu ta.. Bokep Cina Sore sekitar pukul setengah empat, aku terbangun oleh suara telepon rumah yang berdering. Sejenak ia terdiam.“Ndre, aku punya sesuatu buat kamu tapi kamu harus janji tidak menceritakannya pada siapapun juga. “Eh kamu udah sunat ndre?” tanyanya. sudah game nya?” sik ya ta buatin minum. Salahnya juga membeli barang ke rentenir. Waktu baru menunjukkan jam 7 malam, aku cukup merinding di rumah sendirian. Aku sampai merem melek karenanya. Tapi yang menjadi perhatian adalah buah dada nya yang montok alias besar. Wanita itu sangat berterima kasih padaku dan berjanji kalo punya uang, ia akan membayarnya. “Kamu Ndre??” terdengar suara dari balik pintu sebelum pintu itu terbuka. ma..af bu” gumamku pelan sambil menundukkan wajahku. Aku juga nggak tahu kenapa dadaku selalu berdegup




















