Alangkah kurang ajarnya sopirku itu, bisik hatiku.Malam harinya, dengan separo hati, aku layani suamiku dengan apa adanya. Bokep Jilbab/Hijab waktu itu memang saya salah,, saya tergesa gesa saat itu, jawabku. Dan pagi jika ia datang untuk mengantarku rasa itu jadi senang dan seperti kasmaran. Kalau dilihat, gubuknya seperti rumah dukun dan didindingnya ada semacam tulang2 dan bau menyan. buk saya,,, ingin merasakan kehanagatan tubuh ibu,,, katanya. lalu ia raih inci demi inci setiap rongga di tubuhku. Namun aku tidak berontak. Dalam kehidupanku boleh dibilang berkecukupan, selain ayahku yang seorang pamong di daerah jawa tengah, orang tua Mas Hendra pun terbilang orang cukup berada dan menetap di jakarta.Setelah menempuh hidup bersama dalam rumah tangga kami selama 1,5 tahun, maka kami merencanakan menunda punya anak.




















